Halo lagi
`Halo, ini Abril. Memang ya, kalau
sudah menjadi sifat atau sudah menjadi kebiasaan, susah sekali untuk
dihilangkan. Dibeberapa tulisan sebelum ini, aku mencoba "Writing
Challange" yang seharusnya dilaksanakan selama 30 hari. Pada akhirnya,
cuma dilakukan dalam 2 hari hahaha. Dan jarak antara tulisan terakhir
dengan tulisan ini sangatlah amatlah jauh.
Apakah challange tersebut harus
kulanjutkan? Hmmm pertanyaan bagus.
Tulisan
terakhir diposting pada tahun 2020, kurang lebih hampir 2 tahun tak mengunjungi
halamanku ini. Selama hampir kurang lebih 2 tahun itu, banyak banget hal yang
terjadi. Senang-sedih, suka-duka, rasanya hampir naik turun selama 2 tahun
tersebut. Mulai dari “balikan” hingga harus “berpisah” dengan salah satu bagian
dari hidupku. Tak kuat rasanya kalau diingat.
July 2020, I would say that month was my
saddest, depressing, and my most "fucked" up moment. If I could
just save my own brother in those days and weeks, maybe I would never feel this
guilty. so many people that help us to survive. I would say thank you,
thank you, and thank you. But yeah, this guilty feeling can never be erased. Until
this day, I still can't face up with his son or his wife, neither my parents actually. The guilty feeling is
just too big, sometimes I can't handle it.
Tapi mungkin, memang seperti itu jalannya. Aku masih
hanya belum bisa menerima secara seutuhnya kalau jadinya akan seperti ini. Penyesalan-penyesalan
memang akan selalu datang diakhir. Butuh banyak waktu untuk berpikir bahwa andai
aku seperti ini, andai seperti itu dan berbagai “andai-andai” ini tidak akan
mengubah apapun untuk saat ini. Pada akhirnya, mengikhlaskan kepergiannya dan
selalu mendoakan yang terbaik baginya dan untuk keluarga merupakan salah satu
cara untuk menerima keadaan.
Komentar
Posting Komentar